BAB 66-1

877 Kata

Aku meninggalkan rumah saat matahari masih bersinar lembut. Jakarta pagi di hari Sabtu masih baik hati. Tol lengang. Langit pucat keemasan. Dan firasatku mengatakan jika semesta ikut mendukung rencana konyolku pagi ini. Mystery Saturday Date. Aku tersenyum sendiri. Pukul tujuh tepat, mobilku berhenti di depan rumah Amanda. Belum sempat mesin kumatikan, pagar terbuka. Dan.... Ya Allah... dia beneran pakai dress. Gaun kuning bermotif bunga putih. Sneakers. Rambut dikuncir tengah. Sling bag. Juga oversized tote bag gendut seolah menyimpan perlengkapan untuk kabur seminggu. Aku bergegas turun, meraih tas besarnya, lalu membukakan pintu. Mengerjap. “Kenapa Akang ngeliatin Nda kayak gitu?” tanyanya. “Kayak gimana?” balasku. “Nda kelihatan aneh ya?” Aku menggeleng. “Cantik kok.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN