BAB 67-2

707 Kata

“Ih, ini mah sisaan da,” sahut Amanda. “Nggak apa-apa.” “Cimolnya udah alot, Bang.” “Tetep enak,” sahut Eldra sambil mengunyah. “Bang Eldra mah mukanya doang interlokal.” “Bang, sate taichan,” ujar Bian yang muncul membawa tengtengan dari mobilku. “Lontongnya ada?” timpal Eldra. “Ada. Bian ambilin piring sekalian?” Eldra mengangguk. “Ini apa, Nda?” tanya Papi yang penasaran dengan tas lainnya. “Bongkar aja, Pi,” sahut Amanda. Beliau membuka resleting tas, lalu mengeluarkan isinya. Kaset Chrisye dan KLA Project, radio kecil bekas, postcard Jakarta 1983, dua buku cetakan lama, rantang enamel susun tiga ukuran kecil yang bagian luarnya sudah mengeletek di beberapa bagian, juga sebuah telepon engkol. “Ini buat apaan, Nda?” tanya Papi lagi. “Buat pajangan, Pi.” “Beli kaset buat pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN