BAB 77-2

707 Kata

Nino tergelak. “Maneh yang nanya, harusnya teh maneh juga yang bayar, Syekh.” “Pantesan maneh nambah dua kali!” sambatku. Aku membayar, sementara yang lain berjalan menuju mobil. Hanya Amanda yang belum beranjak dari posisinya. “Ayo, Nda,” ujarku kemudian. “Siap trekking?” Ia mengangguk. “Siap sih.” “Kok pake sih?” “Kayaknya akan ada hal mengejutkan yang terjadi.” “Kalian datang dengan outfit...” Aku menghela napas. “...itu aja udah mengejutkan.” Ia menatapku bingung. “Emang kenapa outfit Nda?” “Nggak apa-apa. Kan konsepnya ‘how to tetap cute di alam bebas.’” Amanda tergelak. “Nda salah kostum ya?” Aku merangkulnya. “Nda pernah trekking lagi setelah dari Rinjani?” “Nggak.” “Pantes,” sahutku. “Kan Nda kapok. Besoknya Nda demam, sebadan-badan sakit semua.” Aku tergelak. “Iiih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN