BAB 10-3

664 Kata

Semakin gelap, udara semakin dingin. Setelah makan malam, sebagian besar pendaki mulai masuk ke tenda untuk beristirahat sebelum summit push dini hari nanti. Tapi, aku belum bisa tidur. Tubuhku lelah, namun kepalaku justru terlalu sadar pada banyak hal. Termasuk... tentang alasanku di sini. Menapaki tempat-tempat yang pernah Yupi ceritakan dan berkesan baginya. Aku... ingin merasakan kehadirannya dengan caraku sendiri. Aku keluar dari tenda, lalu duduk di atas batu datar yang tak jauh dari area camp. Langit malam di Rinjani jauh lebih ramai daripada langit kota. Bintang-bintang seolah ditaburkan tanpa takut kehabisan tempat. “Belum tidur, Nda?” Suara itu membuatku menoleh. Kang Iyal berdiri beberapa langkah di belakangku, mengenakan jaket tebal dan kupluk. Tangannya membawa dua gela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN