BAB 14-2

963 Kata

Aku sampai di Kemang beberapa jam kemudian. Jangan tanya bagaimana macetnya. Sabtu malam dan Jakarta, sungguh bukan kombinasi yang menyenangkan. Dan saat ini yang kuinginkan hanyalah mengenyahkan dahaga dan rasa laparku. Pintu kafe kubuka, melangkah masuk. Hentakan musik menyambut, lebih keras dari yang kuduga. Lampu-lampu gantung menyala hangat, memberi kesan ruangan nyaman dan cantik. Sementara itu, aroma kopi, teh, minuman lainnya, juga aneka makanan bercampur jadi satu di udara. Pandanganku menyapu ruangan, mencari satu meja yang cukup riuh karena biasanya di situlah mereka berada. Dan benar saja. Aku mendapati Kak Sofi tengah duduk bersama yang lain. Bang Eldra, A Bumi, Sam, Cantika, Bintang, Mas Rio, Teteh Reina, A Rain, Teteh Zia… semuanya ada. Bahkan dari jauh pun aku sudah bis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN