“Papi,” panggil Amanda. Aku langsung berdiri dari dudukku, menunggu beliau mendekat, lalu segera mengulurkan tanganku untuk menyalamnya. “Assalamu’alaikum, Om.” “Wa’alaikumussalam.” Beliau menyambut salamku hangat. “Sehat, Yal?" "Alhamdulillah, Om," tanggapku. "Om dan Tante gimana?" "Alhamdulillah, kami sekeluarga sehat semua." "Alhamdulillah." "Orangtua kamu?" "Beliau berdua juga sehat, Om," jawabku. "Syukurlah," sahut Om Ian. "Sudah lama praktik di sini, Yal?” tanya beliau kemudian. “Tiga bulanan deh, Om.” Om Ian mengangguk-angguk. “Soalnya, Amanda kan pasiennya Dokter Ratih. Seingat Om setiap ke sini nggak pernah lihat kamu.” Giliran aku yang mengangguk. "Nggak betah di Tetebatu?" Beliau melontarkan tanya lagi. "Betah banget, Om. Orang-orang di sana baik-baik. Kasusnya jug

