Seminggu kemudian. “Seriusan nonton?” tanyaku saat kami berdiri di depan pintu bioskop sebuah pusat perbelanjaan. “Apa dong? Nda lagi kepingin ngapain?” balas Kang Iyal. “Mmm... nggak ada yang spesifik sih. Tapi kalau beli tiket sekarang, memangnya masih dapat yang nggak terlalu malam, Kang?” “Akang sudah beli kok tiketnya.” Aku menggigit bibir, lalu terkekeh. “Maksa ternyata.” “Iya,” timpalnya. “Malah iya ih!” “Yuk, Nda?” “Nda mau popcorn.” “Ayo. Kita beli yang besar.” Setelah sekian lama... akhirnya aku menginjakkan kaki di tempat ini lagi. Kami membeli kudapan dan minuman bersama, lalu menunggu sejenak di depan teater tempat film pilihan kami akan diputar. Malam minggu, film yang sedang digandrungi, bioskop sungguh bukan pilihan yang tepat untuk kaum introvert. Syukurnya, ak

