Kami tiba di penginapan saat hari mendekati senja, area guesthouse yang hangat dan sederhana di sekitar Cholpon-Ata. Kamar-kamarnya berjajar rapi, dengan halaman kecil dan jalan setapak batu yang mengarah ke area danau, lampu-lampu taman menyala temaram. Setelah check-in dan menaruh barang, kami keluar lagi untuk melihat sunset lalu makan malam di sebuah restoran lokal tepi danau. Aku turun agak terlambat. Dan saat sampai di halaman, hanya Kang Iyal yang masih menunggu. “Aman, Nda?” tanyanya. “Hmm,” tanggapku. “Yang lain sudah duluan?” “Iya. Belum lama kok.” “Tadi Nda retouch makeup dulu,” ujarku lagi, menarik alibi, padahal saat akan berangkat tadi perutku mulas tak tertahan. Kang Iyal mengangguk, seolah jawabanku barusan sangat masuk akal. “Yuk.” Kami berjalan bersama ke tepi da

