BAB 39-2

713 Kata

Selesai bersiap, aku masuk ke ruang praktik. Susi meletakkan beberapa map medical record di meja samping, sementara aku menyalakan komputer. Sembari menunggu tepat pukul sepuluh, aku membuka beberapa notifikasi berita di layar ponsel. Tadinya kupikir hanya kabar umum. Politik. Ekonomi. Skandal artis. Atau apa pun yang biasanya lewat di feed. Ternyata tidak. Justru nama Om Bima yang muncul. Perusahaannya juga. Awalnya artikel perkembangan kasus korupsi yang menyeret namanya. Lalu dibawahnya terdapat satu judul lain yang membuatku geram. Yudhis Express Ajukan Banding, Kuasa Hukum Nilai Putusan Terlalu Berat Aku mendecak. Belum juga k****a isinya, emosiku sudah tersulut duluan. Aku tetap membuka artikelnya. Membaca baris demi baris dengan rahang mengeras. Kalimatnya rapi. Bahasanya s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN