BAB 53-2

706 Kata

“Kamu aneh banget dari balik nganter Amanda tadi.” Aku menggaruk rambutku yang tak gatal. “Aman kok, Om.” “Muke lo yang nggak aman, malih!” sahut Om Borne. Om Dirga tertawa sunyi lagi. “Ada cowok yang dekatin Amanda?” ujar beliau kemudian. “Hah? Iya, Om?” “Dia nanya, malih.” Om Borne memotong lagi. Sepertinya beliau benar-benar bosan. “Nggak tau, Om,” sahutku. “Bener berarti, ada yang deketin,” ujar Om Dirga. “Ngeri Amanda pindah jalur karena dipepet tiap hari.” “Jangan nyumpahin dong, Om,” gumamku. “Yal?” tegur Papi. “Ya, Pi?” Papi menyandarkan punggungnya, diam menatapku sejenak. “Emangnya Amanda nggak boleh punya temen cowok?” Iyalah, Pi. Sekadar tahu dan kenal aja, nggak usah sampai temenan. Namun, aku tak berani menjawab lantang. Aku menegakkan badan. “Cuma... nggak suka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN