“Siap, Sus. Hatur nuhun.” Beliau keluar lebih dulu. Aku berdiri sebentar, sedikit canggung. Lalu beranjak ke ruang ganti, memilih salah satu loker yang kosong. Tas kuletakkan di sana, juga semua yang diberikan Nindi tadi. Baju kuganti dengan scrub suit, kemudian aku mengambil dental kit set pemberian adikku dari dalam tas, menyimpannya di saku. Sejenak, aku bernapas dalam, mengucap syukur dan menenangkan diriku sendiri agar tak terlalu gugup menjalani hari pertama ini. Baru setelahnya aku melangkah keluar sambil mengenakan jas dokterku. Begitu aku kembali ke ruang utama, seorang dokter senior mencengir lalu pura-pura kaget melihatku. “Pagi, Dok,” sapaku pada dr. Irgi. *** Dua jam praktik pertamaku berjalan lancar. Pasien yang datang masih seputar kasus ringan. Scaling. Tambal. Konsu

