⚠️ Kepulangan Reina ke Mansion Alvaro ⚠️

1774 Kata

Hari itu, dokter akhirnya memberi keputusan. Reina sudah diperbolehkan pulang. Walau wajahnya masih pucat, sorot matanya kembali menyala, meski dengan nada getir yang sama. Tubuhnya belum sepenuhnya pulih, tapi ia mendesak ingin keluar dari rumah sakit. Menurutnya, berada di ruangan itu terlalu menyesakkan, seakan-akan dinding putihnya mengingatkan pada jurang kematian yang baru saja ia hampiri. Louise datang menjemput dengan pakaian elegan seperti biasa. Blazer biru tua membungkus tubuh rampingnya, bibirnya tersenyum tipis penuh percaya diri, langkahnya mantap masuk ke ruang rawat. “Reina,” sapanya, suaranya hangat, seolah penuh perhatian. “Kau sudah bisa pulang. Aku akan mengantarmu.” Reina menoleh pelan, ada cahaya lega di matanya. Namun sebelum sempat menjawab, Matteo yang berdiri d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN