⚠️ Saat Alvaro Turun Tangan⚠️

1799 Kata

Lorong rumah sakit yang tenang seketika terasa tegang ketika langkah sepatu hitam Alvaro mendekat. Suara langkah itu berat, teratur, namun cukup membuat siapa pun yang mendengarnya menahan napas. Leon yang berdiri di depan pintu kamar Reina sontak kaget ketika pundaknya ditepuk dari belakang. Tubuh kecilnya bergetar, mata bulatnya langsung membesar. “Papa?!” seru Leon kaget, menoleh dengan wajah pucat. Alvaro menunduk, mendekat ke telinga putranya, suaranya rendah, dingin, dan menusuk. “Rencana apa yang kau buat sehingga kau suruh suster pergi dengan alasan yang jelas kau ada-adakan sendiri, bocah.” Leon gagap, mulutnya membuka lalu menutup lagi. “I-Itu… bagaimana kau bisa kemari, Papa?” Alvaro mengangkat alis, tatapannya tajam. “Pertanyaan bodoh macam apa. Mamamu yang meminta aku menj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN