Langit sore itu mulai berubah warna, mentari perlahan turun di balik horizon. Mobil hitam yang ditumpangi Leon melaju di jalan raya dengan kecepatan stabil. Di kursi depan, Matteo duduk dengan wajah tenang namun matanya fokus pada layar ponsel. Sedangkan di sampingnya, Reina sesekali mengetik cepat di ponselnya sendiri, seperti sedang memeriksa sesuatu yang penting. Leon, yang duduk di kursi belakang, memperhatikan keduanya dengan pandangan penuh curiga. Matanya menyipit, dagunya bertumpu di tangan. Bocah itu merasa ada yang disembunyikan, dan seperti biasa, rasa penasarannya muncul seolah hidupnya bergantung pada kebenaran kecil yang belum terungkap. “Kenapa kalian sibuk sekali dengan ponsel?” tanya Leon sambil memiringkan kepala. Matteo tidak langsung menjawab. Ia hanya berdeham pelan

