Siang menjelang sore itu Café Taman tidak terlalu ramai, tapi cukup hidup. Lampu - lampu gantung belum dinyalakan karena matahari masih bersinar terang. Angin dari taman kecil di samping kafe sesekali masuk ketika pintu terbuka, membawa aroma dari luar bercampur dengan kopi yang baru digiling di dalam Cafe. Dede datang dengan langkah agak cepat. Rambutnya diikat sederhana, tas Tote masih tergantung di bahu. Wajahnya terlihat lelah, tapi matanya tetap cerah. Tidak susah mencari Tanti dan Arman. Mereka duduk tidak jauh dari pintu masuk, meja dekat jendela, posisi strategis untuk melihat siapa saja yang datang. "Sudah lama ya?" tanya Dede sambil langsung menarik kursi dan duduk tanpa basa - basi. "Udah satu jam yang lalu," jawab Tanti santai, menyeruput minumannya. Dede membelalakkan mat

