Pemutusan Kontrak Itu Serius

2479 Kata

Mobil SUV hitam milik Arman masih terparkir rapi di area parkir di basement Plaza Senayan. Lampu - lampu neon di langit - langit parkiran memantul di bodi mobil yang mengkilap. Suasana di dalam mobil sebenarnya cukup santai beberapa menit sebelumnya, sebelum ponsel Dede yang tadi tiba - tiba bergetar di tangannya. Setelah perdebatan singkat dengan tanti tadi, akhirnya Dede menggeser tombol hijau di layar. "Halo, Yen.." sapa Dede duluan. Ia langsung mengaktifkan speaker agar semua yang ada di mobil bisa mendengar percakapan itu. Suara Yeni terdengar dari ponsel, sedikit ragu. "De ... ganggu nggak aku?" "Nggak kok," jawab Dede santai. "Apa kabarmu?" "Aku baek - baek aja ..." "O syukurlah," kata Dede. "Tumben kau nelpon aku." Yeni terdengar menarik napas kecil sebelum melanjutkan uca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN