Baru saja Dede duduk di kursi makan, bahkan belum menyentuh apapun, Mamanya sudah lebih dulu bersuara. "Besok pulang sekolah ada latihan tambahan, ya, De?" "Iya, Ma," jawab Dede sambil meraih segelas air putih dan meneguknya pelan. Ia sempat heran. Biasanya Mamanya tidak terlalu memperhatikan jadwal latihan tambahan, apalagi yang sifatnya mendadak dan sering berubah - ubah. Tapi pagi ini nada suara Mamanya terdengar yakin, seperti sudah tahu detailnya. Dede memilih tidak bertanya. Ia ingin cepat sarapan supaya tidak terlambat ke sekolah. "Bang Zaki jemput kalau gitu," lanjut Mamanya sambil meraih potongan pepaya. Dede yang baru saja menggigit roti langsung berhenti mengunyah. "Nggak usah, Ma. Aku nanti mau numpang Bang Tama aja. Sama-sama kami dari sekolah biar .." Kalimatnya terpot

