Ih Kok Norak Kali, Kau!

2005 Kata

Akhirnya perjalanan panjang mereka dari Sentul dan Bogor membawa mereka ke destinasi terakhir hari ini. Mobil yang membawa mereka berhenti di depan sebuah restoran bernuansa Meksiko di area perumahan di Kemang. Dari luar, tempat itu tampak hidup sedikit berisik, lampu kuning yang terang di lantai dua, dinding berwarna hangat, dan suara musik latin yang pelan tapi ritmenya terasa pas. "Ramai juga ya," gumam Tanti sambil menatap ke dalam. "Iya, tapi mungkin agak berisik, soalnya banyak anak - anak seumur kita kurang lebih ... tahu sendiri lah ya kalau ngomong nggak bisa pelan," jawab Arman santai. "Tapi kita masih bisa ngobrol." Mereka berempat masuk dan mencari meja yang kosong. Sepintas mereka tidak ada bedanya dengan tamu - tamu yang lain, baik dari penampilan atau pembawaan diri yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN