“Eeee ….” “Astaga, Mas. Mereka baru datang loh, kasihlah dulu napas. Ajak mereka duduk, terus biarkan mereka minum baru ditanyakan. Masa iya tamu jauh disuruh diri sih, kasihan loh,” timpal Anna dengan nada sedikit menyindir. Tamu? Sejak kapan Dewa menjadi tamu di rumahnya sendiri? Bukankah mereka itu keluarganya. Namun kenapa harus ada kata tamu yang terucap sampai membuat Kanaya merasa sedikit tersinggung, sang suami dianggap layaknya orang lain. “Maaf, Tanten. Suami saya bukan tamu. Dia anak dari Ayah Bastian, apa Tante lupa soal itu?” sindir balik Kanaya dengan tatapan mata yang menyorot tajam, tetapi bibir tersenyum manis. “Ohh, iya-iya, heheh … maaf, saya lupa. Ya sudah, ayo, duduk biar saya panggilkan Bibi dulu. Mau minum apa?” tanya Anna berusaha menebar senyuman, padahal ha

