Belajar menghargai yang sekarang dianugerahi, agar tidak tertampar hampanya kehilangan dikemudian hari ~ . . “Mas!” Kikan merasakan pelukan dan Halim yang mencium tengkuk hingga bahunya. Setelah istirahat cukup, mereka lanjut mengemas barang-barang lagi. Jam dua pagi baru selesai. Jika tidak karena bercinta, mereka pasti sudah selesai dari sore. Hasilnya mereka agak kesiangan. Halim sedang bersikap manis, jiga Kikan merasa agak manja. Menciumnya setiap ada kesempatan sampai Kikan merasa bibirnya agak bengkak. Belum lagi beberapa bekas tanda kiss mark di tubuhnya. Halim cukup tahu kondisi Kikan yang sedang hamil. Menghindari risiko yang tidak mereka kehendaki meski Kikan tahu kondisi kandungannya kuat. Bagus sedang musim dingin, jadi dia tidak di anggap aneh bila memakai kaus dengan

