Bonus Chapter 6

1644 Kata

Rutinitas pagi tak pernah luput dari kehebohan ketika Felora sudah bangun, kemudian di susul sang suami yang masih hanya pakai celana tidur saja dengan bagian atas topless sambil mengendong Keenan. Bayi tujuh bulan yang menangis karena tidak menemukan ibunya. “Sebentar ya, Bunda angkat ini dulu sebelum gosong.” Kata Kikan. Halim dengan sabar berdiri di dekatnya, Keenan masih menangis sambil menggerak-gerakkan tangannya, meski sang Bunda sudah depan matanya, tetap saja tak cukup buat putranya berhenti menangis sampai mendapatkan atensi Kikan dan memeluknya. Kikan tersenyum, tetap tenang dengan gerakan gesit menata sarapannya. Felora duduk tenang, menunggu ibunya menyiapkan sarapan untuknya. “Masih panas, tunggu satu menit lagi ya Kak.” Kikan meletakan piring bagian putri sulungnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN