Masa Depan 2

1804 Kata

Seperti yang Halim duga jika Kikan menolak liburan berdua, dia tidak bisa meninggalkan Felora yang baru sembuh dan keluar dari rumah sakit, belum lama ini. Selagi ada Amira dan Kaflin, Felora yang sudah membaik diajak berjalan-jalan. Mereka main ice skating. Kikan terkagum ketika Kaflin dan Halim ternyata sangat ahli. Kikan tidak bisa ikut, hanya jadi penonton. Tawa putrinya yang tampak berbahagia, membuat Kikan ikut tersenyum. Halim memegang tangan kanan dan Kaflin tangan kirinya. Menjaga Felora dengan baik. Amira menghampiri menantunya, “Bunda tahu apa yang kamu pikirkan,” Kikan menoleh pada Amira, mertuanya berdiri di sampingnya. “Bahagianya, Felora.” Jawab Kikan. Setelah kemunculan Halim lagi, bahagia sang putri meningkat drastis, membuat kesehatannya pun kembali stabil. “Sel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN