Halim membuka matanya, minggu-minggu awal setelah memiliki Keenan adalah waktu beradaptasi yang tak mudah. Keenan akan bangun, Kikan termasuk yang peka, bahkan tak pernah membangunkan Halim kecuali ia yang bangun sendiri seperti malam ini. Aroma bayi yang khas menjadi satu pertanda kehadiran Keenan di rumah ini. Ia beralih ke kamar mandi, menuntaskan keinginan buang air kecil barulah mencari keberadaan Kikan dan Keenan. Ternyata, ia menemui Kikan duduk di sofa dengan bersandar sambil kakinya lurus. Keenan tampak terjaga sambil dbf. Kikan memang ingin full asi untuk Keenan. “Kamu bangun?” tanya Kikan yang langsung menyadari kehadiran suaminya. “Ya, ke kamar mandi terus cari kamu darl.” Halim mendekat, menatap putranya yang masih anteng menyusu. “Sejak di kandungan kamu, dia memang s

