Keisengan Demian

1684 Kata

Sementara di dalam mobil terlihat Demian menggegrutu kesal dengan mata menyorot ke arah sang istri yang berlari dengan wajah cerah, dan sesekali menoleh kearah pria yang tadi bersamanya. Di saat yang sama, ponselnya bergetar dan ternyata itu adalah panggilan dari tante yang juga kakak dari sang ibu. “Halo, Tante…” “Demian kamu dimana?” “Demian di kampus, kenapa, Tan? Ada yang bisa Demian bantu?” Tanya Demian pada Mariska yang merupakan kakak dari ibunya. “Gak ngantor kan? Udah anter jemput istri aja “Nenek ngajakin kamu kerumah, secepetnya. Boleh siang ini, malam ini atau besok pagi. Gak boleh sampai besok malam, paham?” “Mo ngasih apa dulu? Kalau kado, bolehlah. Wejangan jangan….bosen…” sontak Demian terkekeh mengingat setiap kali dirinya mengunjungi keluarga Uwaish, dirinya selal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN