“Nadia. Kamu darimana? Kok mata kamu membesar lihat aku? Emang aku setan?” Marsha menggerutu sambil menaruh tas di loker lemari belakang kursinya. Dia menyalakan macbook pro, yang ada di atas meja nya, barulah dia duduk. Menoleh ke arah sahabatnya yang sedikit berbeda pagi ini. ”Hah? Mataku membesar lihat kamu? Membesar gimana? Gini?” Nadia membesarkan matanya dan mendekatkan wajahnya pada Marsha. Dia lalu cepat menarik wajahnya dan fokus pada layar monitor yang ada di hadapannya. ”Ihh, kamu aneh pagi ini, tau? Kenapa sih?” Marsha menggeser kursinya ke samping mendekat ke arah sahabatnya. “Kenapa-kenapa? Ada gosip baru kah tentang si paling laris di kantor itu?” Ejek Marsha melirik ke arah ruangan Nathania dengan perasaan jengkel. ”Belum. Aku cuma kawatir aja….” Ucap Nadia setelah memer

