Asisten Levin, Billy, berdiri di depan pintu dengan ekspresi canggung dan rasa bersalah terpancar jelas dari wajahnya. Pikirannya berkecamuk saat itu, masih mencerna apa yang baru saja dilihatnya—sebuah situasi yang tak pernah ia duga sebelumnya. Salahnya karena tadi tidak mengetuk pintu lebih dulu, tetapi kini semuanya sudah terlambat. Namun, ia sudah tahu apa hubungan Levin dan Jessica saat ini, bahkan masa lalu keduanya. "Maaf, Pak Levin, Jessica. Saya benar-benar tidak sengaja," kata Billy tergagap, suaranya bergetar sembari buru-buru menutup matanya seolah ingin menghapus adegan itu dari ingatannya. Jessica segera bangkit dari pangkuan Levin, darah terasa mengalir deras ke wajahnya. Rasanya panas. Gugup, ia melangkah menjauhi Levin, mencoba menjaga jarak yang cukup. Napasnya sedikit

