Setelah mendengar kabar dari sang penelpon bahwa terjadi sesuatu yang tidak beres, jantung Levin berdetak begitu cepat, seperti dipaksa berlari melawan waktu. Tanpa berpikir panjang, ia segera melangkah dengan cepat keluar dari ruangan. Ia tak punya waktu, bahkan untuk menjelaskan apapun kepada sekretaris atau siapapun. Segala pikiran hanya terpaku pada berita yang baru saja ia terima, membuatnya panik dan tidak bisa memikirkan apa-apa saat ini. Sementara itu, Jessica bertanya-tanya, matanya terlihat penuh kebingungan ketika pria itu melintas dengan cepat di hadapannya. "Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Kak Levin terlihat panik seperti itu? Padahal barusan kelihatannya dia biasa saja, tapi sekarang malah seperti orang yang sedang dikejar waktu," gumamnya dalam hati. "Jes, apa kamu ta

