Jati membaca hasil tes DNA yang diberikan Guntur padanya dan ia mengeraskan rahangnya, sungguh ia tidak pernah menyangka akan menjadi seperti ini. Ia sangat marah dan ingin menghancurkan mereka yang telah menukarnya, hanya demi keegoisan mereka. Selama ini ia berjuang keras sendiri dan tumbuh tanpa kasih sayang kedua orang tuanya. Pantas saja ibu yang ia anggap ibu yang melahirkannya itu, selama ini tidak bersikap adil padanya. Ia pun tumbuh dengan keras dan berusaha untuk mandiri, apalagi ketika ia diusir dari rumah. "Maafkan saya dan adik saya karena telah memaksa kamu untuk bertemu dengan saya," ucap Guntur membuat Jati menghela napasnya dan ia menggelengkan kepalanya. "Jika bukan karena kamu, saya tidak akan mengetahui siapa ibu kandung saya," ucap Jati. "Jadi sekarang bagaimana? Ka

