Selvi sama sekali tidak bisa tidur dan matanya telihat membengkak karena jujur saja, ucapan Barata semalam membuatnya banyak berpikir. Untung saja hari ini Senna tidak memiliki jadwal, tapi jika sepeti ini biasanya ia tetap akan datang ke kediaman Senna untuk menemaninya dan ia mengerjakan beberapa hal sebagai seorang wakil direktur manajemen. Selvi mengambil ponselnya dan ia menghubungi Senna dan biasanya subuh seperti ini, Senna telah bangun. Tak butuh waktu lama terdengar suara Senna yang mengangkat ponselnya. "Assalamualaikum," ucap Senna. "Waalaikumsalam," ucap Selvi. "Senna, hari ini aku nggak bisa kerja, jadi nggak ke rumah kamu dulu ya Sen!" Pinta Selvi. "Kenapa?" Tanya Senna penasaran. "Kamu nggak lihat gosip mengenai aku dan Mas Barata?" Tanya Selvi. "Belum, Sel...meman

