“Kamu jadi ke Indonesia Timur?” tanya ayah Elang saat mereka sarapan. “Jadi. Elang ke Surabaya dulu. Nanti malam koordinasi di sana, besok baru ikut pesawat militer ke timur.” “Jam berapa ke Surabaya?” tanya ibunya. “Kereta jam satu. Elang mau koordinasi dulu di puskesmas pagi ini.” “Hati-hati ya, Lang.” “Iya.” “Berapa lama rencananya di sana?” “Sementara dua pekan sampai satu bulan, tergantung kebutuhan di sana. Mudah-mudahan gak banyak yang butuh operasi besar.” “Ponselmu yang bener. Jangan bikin kami khawatir karena kamu susah dihubungi,” pesan ayahnya. “Berarti semua nunggu Mas Elang pulang kan?” tanya Reta. Elang mengernyit. “Apanya?” “Reta udah ada yang nanyain. Karena kamu mendadak pergi jadi Mama pikir ditunda dulu sampai kamu pulang saja,” ibunya yang menjawab. Reta ha

