Bab 59: A Goodbye

1175 Kata

Pagi itu, Ali terbangun sedikit terlambat. Tidurnya begitu lelap meski ia sempat merasa perasaannya begitu sesak. Tapi kesadaran bahwa ia berada di rumahnya membuat kalbunya merasa aman. Pikirannya ssedikit tenang. Ali seolah mendapat pijakan kuat jalan mana yang harus ditempuhnya. Ali keluar kamar dengan pakaian sudah rapi, hendak melaksanakan solat. Ada mushola kecil di rumah Ayu tempat mereka terkadang berjamaah bersama. “Anak-anak sudah solat?” tanya Ali pada Ayu yang sudah berada di dapur bersama Tari. “Baru Azka yang bangun.” Azka keluar dari kamar mandi. “Papa sudah selesai solat?” “Belum. Ayo, bareng. Rayhan sudah bangun?” Rayhan keluar kamar sambil mengucek matanya. “Rayhan, ayo cepat ambil wudhu. Papa tunggu.” Rayhan menatap ayahnya penuh selidik. Sejak kemarin ia merasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN