Ayu membuka matanya saat terdengar pintu kamarnya diketuk beberapa kali. “Mas, kayaknya ada yang ketuk pintu deh,” dia membangunkan Elang yang hanya menggeliat. “Kalian?” empat bocah laki-laki berdiri di depan pintu kamar Ayu. “Jam berapa sih ini?” Ayu menengok jam di meja nakasnya. “Empat kurang kata Kakak,” jawab Tegar dengan wajah masih mengantuk. “Subuhnya masih setengah jam lagi lho. Papa aja masih tidur. Kalian tumben bangun pagi bener.” “Kata Papa suruh bangun pagi-pagi biar kita bisa berangkat pagi,” ucap Naufal. “Jadi liburan kan, Ma?” tanya Azka. Terdengar tawa Elang di belakang. Ia kemudian muncul dan merangkul pundak istrinya. “Kalian emang gak tidur?” “Tidur.” “Tapi sebentar bangun takut udah kesiangan.” “Mandi terus ke masjid dulu ya. Habis itu sarapan dulu. Baju-baj

