Bab 220: Hati yang Tertinggal

1297 Kata

Ayu ada di sana, ketika akhirnya mantan suaminya dipanggil kembali pulang dengan Azka yang menemani di sampingnya, saat nafas terakhir itu akhirnya menghembus pelan. Air matanya menitik dalam pelukan Elang. Dia memeluk erat suaminya. Membayangkan Elang yang berada di sana, dan Ayu yang harus melepasnya pergi membuat pertahanannya runtuh. Elang mendekapnya. “Setidaknya dia sudah gak sakit lagi, Sayang. Dan kamu begitu besar hati membawa anak-anak ke sisinya di saat-saat terakhirnya,” ucap Elang. Ayu semakin erat melingkarkan tangannya di balik punggung Elang. Bukan kepergian Ali yang membuatnya sedih. Tapi membayangkan dirinya dengan Elang saat masa itu tiba. “Aku mau kita masih sama-sama sampai tua, Mas. Aku gak mau kalau Mas Elang pergi duluan. Aku gak mau kayak perempuan itu,” racau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN