Ali membuka ponselnya. Sudah hampir dua bulan sejak ia meninggalkan rumah untuk bekerja di Surabaya. Dua bulan ia tak bertemu anak-anaknya. Azka memang masih kerap memberinya kabar. Dari nilai rapot mereka berempat. Liburan ke Batu, Malang dan menginap di hotel dua malam. Sekolah baru mereka yang tampak mahal. Hingga yang terakhir adalah kabar Ayu akan mengambil program spesialis. Ali merasa, kehidupan semakin membawanya menjauh dari mereka. Ia yang memulai lebih dulu meninggalkan mereka. Tapi kini, ia juga yang merasa tertinggal jauh. Dan tak ada lagi jalan untuknya kembali. “Papa akan pulang tiga bulan sekali lagi?” tanya Azka suatu hari melalui sambungan telepon. Dan Ali sungguh tak tahu jawabannya. Dulu ia bisa pulang tiga bulan sekali karena memang memiliki cuti dan biaya perjalan

