Ruangan rapat itu penuh. Seluruh pegawai puskesmas berkumpul siang itu setelah layanan hari itu selesai. Ayu duduk bersebelahan dengan Reta. Di depan sana, ada Elang dan Zara dengan ekspresinya masing-masing yang seolah saling bertolak belakang. Sejak beberapa hari lalu, wajah Zara memang begitu kecut sejak kembali dari kantor dinas kesehatan. Ada beberapa rotasi rutin pegawai, baik horizontal maupun vertikal. Dan Zara beserta tiga orang paramedis lain termasuk yang terkena rotasi. Khusus Zara, ia mendapatkan promosi setelah selama tiga pekan Elang pergi melaksanakan tugas ke daerah bencana. “Dokter Zara kayak gak begitu suka dapet promosi ya, Mbak?” bisik Reta. Ayu mengangguk. “Dia lebih suka tanpa jabatan tambahan.” “Tapi Mas Elang juga dulu gitu kok. Sampai rumah marah-marah terus.”

