Sejak pagi, Ayu sudah sibuk di dapur bersama Tari. Semua terasa lebih ringan baginya dengan adanya kedua orang tuanya di rumah. Ayu menyiapkan sarapan dan bekal untuk Azka. “Mama, aku nanti sama Eyang aja gak apa-apa kok. Barangkali Mama mau beresin rumah,” ucap Azka. “Iya, nanti Mama anterin dulu. Setelah Kak Azka maju, kalau bisa Mama tinggal nanti Mama tinggal dulu ya?” “Memangnya boleh dilihat ya, Azka?” tanya neneknya. “Hmmm, boleh sih, waktu sebelumnya juga Mama lihat. Iya kan, Ma?” ucap Azka tak terlalu yakin. “Iya,” sahut Ayu. “Aku ikut, Ma,” kata Rayhan. “Gak mau latihan ngapain minta ikut?” tanya kakeknya. “Siapa tahu nanti aku tertarik, Eyang.” “Kamu itu memang paling pintar bikin alesan.” Sebelum jam tujuh, mereka sudah pergi. Ayu bersama Azka, Rayhan, Naufal serta pa

