Bab 165: Hantu Masa Lalu

1009 Kata

Wulan menghitung waktu dengan cemas. Jarum jam di dinding terasa berhenti pergerakannya padahal jarumnya perlahan berputar pasti dan konsisten. Seorang perawat memberitahukan bahwa dokter akan terlambat hari ini karena sesuatu hal. Wulan menghela napas berat. Kenapa momennya sangat tak tepat. Entah bagaimana laki-laki itu bisa tiba-tiba muncul di hadapannya. Takdir macam apalagi ini. "Sabar ya, dokternya ada perlu sebentar," ucapnya pada Haidar yang terlihat gelisah. Ponselnya bergetar menampilkan nama suaminya. “Gimana?” “Masih ngantri, Mas. Dokternya terlambat datang. Baru datang jam sembilan tadi. Ini sudah hampir giliranku. Mungkin sekitar dua nomor lagi.” “Ya sudah. Kabari aku segera” Hanya percakapan singkat, tapi bagi Wulan itu lebih dari cukup. Suaminya kini sudah mulai ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN