Bab 65: Kenyataan yang Menyakitkan

1201 Kata

“Mama, ini kok teleponnya jadi suara perempuan, bukan suara Papa,” Naufal menyodorkan ponsel mereka yang sengaja dibelikan Ali untuk menghubungi mereka. “Dimatikan saja. Mungkin dari orang telemarketing,” Ayu menekan tombol merah. “Apa itu telemarketing, Ma?” Rayhan yang bertanya. “Apa ya? Semacam orang menawarkan produk gitu.” “Kok dia tahu nomor kita?” Rayhan kembali bertanya. “Kadang acak aja sih. Gak tahu kalau itu nomor kita.” “Naufal, besok lagi tanya aku atau Kak Azka dulu beneran Papa bukan yang telepon,” Rayhan mengingatkan. “Kata Kakak teleponnya khusus untuk Papa saja,” Naufal membela diri. “Tadi yang muncul di layar nomor atau huruf P sama A?” Ayu bertanya. “Nomor banyak, Ma.” “Itu berarti bukan Papa. Besok lagi gak usah diterima ya.” “Dibiarkan saja, Ma?” tanya Nauf

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN