Bab 71: Hancur

1037 Kata

‘Kenapa kamu segegabah itu? Kamu pernah enggak memikirkan efek perceraian pada Ali dan anak-anakmu?’ Kalimat itu serupa lonceng kematian yang berbunyi nyaring. Da-danya sesak. Tangannya gemetar. Ayu memang tak pernah berpikir bahwa suaminya akan sama terlukanya seperti dirinya menghadapi perceraian mereka. Ia memang tak terlalu memikirkan kesulitan Ali hidup jauh dari keluarganya. Apa yang dirasakannya. Dan Ali memang tak pernah menceritakan semua kesulitannya di tempat kerja. Kali ini, Ayu merasa tak berarti. Tak hanya sekedar gagal. Tangannya semakin tremor. Tanpa sengaja, ia menyenggol gelas tempat sikat gigi hingga pecah dan menimbulkan suara nyaring. Pecahan itu jatuh di dekat kakinya. Ayu menatapnya, kemudian tubuhnya merosot turun perlahan. * “Mama?” Rayhan menangkap suara bara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN