Bab 224: Malaikat Tanpa Sayap

1284 Kata

“Sudah, tinggalkan saja. Bersihkan dirimu lalu temui Pak Dokter. Keburu mereka pulang ke kota,” Sugeng mengingatkan Adeeva yang masih saja sibuk mengerjakan sesuatu. “Gak apa-apa, Pakde.” “Pak Dokter mau menawari kamu pekerjaan lain yang lebih baik. Jangan sampai kamu tolak.” “Saya malu, Pakde.” “Malu kenapa?” “Karena saya anak Umi,” suara Adeeva terdengar bergetar. “Memangnya kenapa kalau kamu anak Umimu?” “Umi yang sudah buat Bu Dokter berpisah sama Abi.” Sugeng menghela napas. Anak ini memang anak dari perempuan yang sudah merebut suami Ayu. Membuat perempuan sebaik Ayu hampir kehilangan kepercayaan diri. Tapi lihat yang Tuhan kirim setelah itu? Seorang suami yang jauh lebih baik dalam segala hal dibanding mantan suaminya. “Dokter Ayu sudah merelakannya. Beliau sudah mendapat g

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN