Ali akhirnya mau berobat ke rumah sakit setelah Azka yang membujuknya. Papa gak kasihan lihat anak Papa masih butuh ayahnya? Gak pingin sehat? Ucapan itu memang tajam. Tapi Azka benar. Cukuplah sudah semua kesulitan yang ia timbulkan pada anak-anaknya. Ali tak ingin menambah daftar itu. Entah sudah berapa banyak contoh yang ia lihat. Para laki-laki yang terlantar di usia tuanya karena apa yang ditanamnya dulu terhadap anak-anak dan keluarganya. Menyia-nyiakan keluarganya di masa muda dan jayanya, hingga harus menghadapi masa tuanya dalam kesulitan sendirian. Dan Ali mungkin tinggal memetik apa yang dulu ditanamnya. Anak-anak yang dulu pernah ia abaikan, ternyata kini tengah menata masa depannya yang gemilang tanpa kehadirannya. Pantaskah ia kemudian tiba-tiba hadir untuk ikut menikmat

