Seperti cahaya hangat matahari di musim semi, kebahagiaan itu perlahan menjadi milik Ayu dan keluarganya. Wajah Ayu terlihat lebih sumringah serupa bunga-bunga yang mekar berwarna-warni di taman. “Mama, kata Kakak nanti Papa aku dua ya?” tanya Tegar saat Ayu merapikan seragam sekolahnya. “Siapa yang Papanya dua?” Ali tiba-tiba saja muncul di depan pintu. Ayu tak menyahut apapun. Ia memilih masuk tanpa menjelaskan apa-apa. “Tegar, makannya nanti sama Eyang ya, Mama berangkat dulu udah siang.” “Anak-anak lagi sarapan. Kalau Mas janji jemput, tolong segera kasih kabar kalau ada halangan. Biar anak-anak gak nunggu lama,” kata Ayu sambil keluar meletakkan barangnya di mobil. “Kamu kan tahu kenapa aku gak bisa jemput Azka.” “Iya. Tapi mestinya Mas bisa kasih kabar.” “Kamu tahu rasanya pa

