Bab 111: Lay Off

1345 Kata

Tak ada yang menghendaki takdir ini. Tapi tak ada yang bisa menghindar. Semua seolah tinggal menunggu giliran saja. Pengurangan tenaga kerja terjadi merata di banyak perusahaan. Lay off serupa hantu yang membayangi di tengah hari yang terang-benderang. Ali menatap istrinya yang masih sibuk membuat bumbu untuk usaha makanan yang belum lama dirintisnya. Paket nasi ayam kremes lengkap dengan sambal dan lalapan. Wulan hanya membuka lapak kecilnya di depan rumah kontrakannya kala sore hari. Ia hanya menyediakan dua puluh lima paket setiap harinya yang selalu habis setiap hari. Tak banyak memang. Tapi dengan itu, Wulan sudah bisa ikut makan setiap harinya. Hingga uang belanja dari suaminya bisa ia gunakan sepenuhnya untuk kebutuhan anaknya. Bahkan ia bisa menghemat bahan baku karena sebelumny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN