Bab 118: Rumah Om Elang

1101 Kata

Elang bergegas mendekat saat Tegar berjalan ke arahnya. Ia berdiri di depan anak itu dengan dibatasi pagar pembatas. “Kenapa? Capek?” “Haus.” Elang mengambilkan minuman Tegar. “Masih mau maen atau mau istirahat?” “Mama mana Om?” “Lagi belanja sama Eyang.” “Kalau capek istirahat dulu. Kakak biar dulu di dalam, mereka kan tenaganya lebih banyak,” kata pak Rohmat. “Om,” Tegar mengulurkan kedua tangannya pada Elang meminta Elang untuk mengangkatnya keluar dari area bermain. “Berapa kilo ini udah beratnya?” Tegar tertawa. “Om, boleh beli es krim enggak?” tanyanya melihat seorang anak membawa es krim. “Tegar mau?” Tegar mengangguk. “Pamit Eyang dulu.” Anak itu menurut. Ia berpamitan pada kakeknya kemudian menggenggam erat tangan Elang menuju counter es krim. “Kak, itu Tegar deh la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN