Bab 202: Memupuk Mimpi

1231 Kata

Setiap hari, Adeeva memupuk impiannya dengan sungguh-sungguh. Menyiraminya dengan kesabaran. Jikalaupun ia tak diberi kesempatan untuk melanjutkan hingga pendidikan tinggi, ia sungguh berharap masih bisa dipertemukan dengan kakak laki-lakinya. Ia menghitung hari dengan telaten. Membuka internet mencari tahu setiap kemungkinan dimana kakaknya bersekolah dokter. Abi bilang, kakaknya tinggal di Jogja dan bersekolah di sana. Tapi ayahnya terkesan selalu menghindar setiap kali Adeeva menanyakan tentang kakak laki-lakinya itu. Dan ibunya memilih bersikap sama dengan ayahnya. Hingga suatu sore adik ayahnya menelpon saat ibunya sedang berada di kamar mandi. “Ummi, Ammah Nisa telepon,” Adeeva memberitahu. “Kamu terima dulu, Nduk. Ummi nangung, bentar lagi selesai.” Adeeva menurut. Ia mengambi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN