Bab 89: Tanpamu

1112 Kata

Ayu sedang duduk di pinggir kolam sambil melemparkan pakan ikan saat Elang datang dan duduk di sisinya. Puskesmas sudah sepi sejak jam sebelas tadi. Beberapa pegawai laki-laki pun sudah beranjak pulang terlebih dahulu untuk mempersiapkan solat Jumat. “Gak pulang?” tanya Elang. “Bentar lagi, Dok. Nunggu dzuhur dulu. Jalanan padat kalau jam segini.” “Masih pulang ke Wonosari?” Ayu mengangguk. “Gak capek?” “Capek sih, Dok.” “Kenapa gak orang tuamu aja yang diminta tinggal di sini?” “Papa masih dinas. Mungkin masih dua atau tiga tahun lagi baru pensiun.” “Kamu sore gak ada praktek?” “Gak dulu, Dok. Capek.” Elang mengangguk. Entah apalagi yang mereka bicarakan, hingga Zara lewat dan berdehem menggoda keduanya. “Ehem. Kayak ada yang lagi pacaran ya,” goda Zara. Wajah Ayu merona. Ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN