99. Insiden Makan Malam

1537 Kata

Kirana berdiri di dalam lift yang perlahan merayap naik. Tangannya yang basah oleh keringat gugup tergenggam erat di samping tubuhnya. Setiap lantai yang terlewati seakan menambah debar di dadanya. Suamiku. Kata itu masih terasa asing dan membuat pipinya memerah setiap kali terlintas dalam pikiran. Perjalanan mereka memang telah melewati banyak rintangan, tapi status pernikahan yang masih diselimuti kerahasiaan ini justru membuat segalanya terasa seperti ilusi. Pintu lift terbuka di lantai sembilan. Kirana menarik napas dalam sebelum melangkah keluar ke koridor yang terang benderang. Di kiri kanan, para karyawan terlihat sibuk di balik kubikel mereka—beberapa melirik sekilas ke arahnya. Langkahnya terasa berat, seolah seluruh mata di lantai itu menatap ke arahnya penuh dengan cemoohan pas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN