Sinta menyandarkan tubuh di bingkai pintu, menyaksikan Kirana yang sedang berlutut di lantai, dikelilingi oleh tumpukan pakaian dan koper besar yang terbuka lebar. "Jadi kalian benar-benar akan pergi berbulan madu?" tanya Sinta, suaranya penuh rasa ingin tahu. Kirana mengangkat kepalanya, sehelai gaun tidur tipis masih tergantung di tangannya. "Ya," jawabnya dengan mata berbinar. "Yudis bilang kondisi perusahaan sudah cukup stabil. Dia yakin bisa mengelola segalanya dari jarak jauh." Dia melipat baju itu dengan hati-hati sebelum meletakkannya di koper. "Dan kami harus berangkat sekarang, sebelum pernikahanmu dan Dirga berlangsung." Sinta memasuki kamar, duduk di tepi tempat tidur. "Kenapa harus buru-buru seperti itu?" "Yudis tidak mau jika kantor sampai kosong," jelas Kirana sambil men

