Yudistira menggandeng tangan Kirana masuk ke dalam rumah yang masih kosong. Suara langkah mereka bergema di ruangan yang belum berperabot. "Kita akan memesan semua perabotan sesuai seleramu," ujar Yudistira sambil memandang sekeliling ruang keluarga yang luas. "Sungguh?" Mata Kirana berbinar. "Tentu. Aku yakin kamu lebih pandai dalam hal menata rumah," goda Yudistira lembut. Kirana berbalik dan langsung memeluk Yudistira erat. "Terima kasih, Sayang." "Mari kita lihat kamarnya," ajak Yudistira sambil menuntun istrinya menuju tangga. "Berdasarkan denah yang kuingat, rumah tipe ini punya tiga kamar. Satu kamar utama di lantai atas, dan dua kamar di lantai bawah," ujar Kirana antusias. "Benar sekali. Kamu ingin kamar kita di lantai mana?" "Lantai atas tentunya. Kamar utamanya lebih lua

