Meja makan kecil di rumah Sherry terasa berbeda malam itu. Biasanya hanya tiga piring yang terhampar, tiga gelas yang berjejer, tiga suara yang mengisi ruangan dengan tawa dan celoteh. Tapi malam ini ada yang keempat, satu piring tambahan, gelas tambahan, dan kehadiran yang terasa kontras di ruang sederhana itu. Raymond duduk di tengah-tengah mereka. Bukan di kepala meja, bukan di ujung, tapi di antara Sherry dan kedua adiknya. Tubuhnya yang besar dan tegap terlihat ganjil di kursi kayu kecil yang biasanya diduduki David. Kaki panjangnya hampir menyentuh kaki meja di seberang, dan sikunya harus ia tekuk hati-hati agar tidak mengganggu Aleta yang duduk di sampingnya. Di atas meja, hanya terhidang menu makan malam yang sangat sederhana. Makanan yang tidak pernah ada di meja makan pria itu

